Juni 01, 2024

Diskusi bareng Tetangga di Co-Housing dengan Passion yang Sama (Jurnal 2 - Kelas Bunda Produktif Batch 4)



Selamat pagi~

Kali ini sengaja banget pagi-pagi udah meluangkan waktu untuk bikin jurnal kedua yang berkaitan dengan diskusi bersama Co-Housing (CH) tentang pemilihan perangkat CH, penentuan nama CH, penentuan logo dan filosofinya, serta denah rumah Co-Housing 6.

Pada kelas Bunda Produktif ini saya sengaja memilih passion yang berbeda dengan apa yang sudah saya pilih di kelas Bunda Cekatan. Saat ini saya berada di CH-6 Kepenulisan. Yap, di CH ini berkumpul orang-orang yang punya passion di bidang kepenulisan.

Kami berjumlah 9 orang, semuanya berasal dari regional yang berbeda. Seneng deh, jadi nambah teman se-passion dari berbagai belahan Indonesia dan Luar Negeri. Mari, saya kenalkan dulu Mbak-mbak kece yang ada di CH-6 ini, yaitu:

  1. Mbak Khumayrah Sangaji dari regional Depok
  2. Uni Nesri Baidani dari regional Bogor
  3. Mbak Erniza Tri Kurniati dari regional Lampung
  4. Mbak Windy Rachmawati dari regional Surabaya-Madura
  5. Mbak Herien Kriestia dari regional Tangerang Kota
  6. Teh Quraeny Wardhany dari regional Surabaya-Madura
  7. Mbak Yeptirani Syari dari regional Jakarta
  8. Mbak Ari Nurul Yusiani Lelana dari regional Asia (Singapura)
  9. Agina Puspanurani dari regional Bandung
Rembukan mengenai perangkat CH berlangsung lebih cepat karena beberapa orang sudah mengajukan diri untuk ambil peran dalam Co-Housing. Pertama yang mengajukan diri sebagai Leader adalah Mbak Syari, katanya ingin memberanikan diri jadi Leader di Co-Housing karena saat kelas Bunda Cekatan melewatkan kesempatan untuk belajar 'ambil peran'.

Kemudian Mbak Herien mengajukan diri sebagai Sekretaris, dan saya sendiri mengajukan diri sebagai Bendahara. Semoga aja pengalaman saya selama satu tahun jadi Bendahara di himpunan mahasiswa zaman kuliah bisa membantu dalam menyusun keuangan yang akan masuk ke CH ini nantinya.

Sebelum 'ketok palu', Mbak Syari mengajak anggota CH lainnya jika ingin ambil peran sebagai Leader dan perangkatnya. Sembari masing-masing dari kami mengerjakan jurnal pertama, kami akhirnya menunggu satu atau dua hari untuk memberikan waktu jika ada yang ingin mengajukan diri ataupun tidak setuju dengan orang-orang yang sudah mengajukan sebagai perangkat CH.

Masa sanggah berakhir dan keputusan diambil, terpilihlah perangkat Co-Housing 6, yaitu:
  • Mbak Syari sebagai Leader CH
  • Mbak Herien sebagai Sekretaris
  • Agina sebagai Bendahara
Semoga kami bersembilan bisa konsisten sampai akhir untuk menjalani berbagai macam project di Co-Housing 6 dengan bahagia. Aamiin.

Pemilihan Nama, Logo, dan Filosofi Co-Housing 6


Logo dan filosofi dari Co-Housing kami

Usulan nama untuk Co-Housing 6 pun beriringan dengan pemilihan perangkat CH dan tugas pertama (membangun Hexa House). Jujur, cukup menguras waktu, tenaga, dan pikiran. Pertama kali masuk ke Hexagon City udah disajikan beragam tugas. Ritmenya sangat cepat.

Gak cuma saya aja yang merasakan, sebagian anggota CH-6 pun merasakan hal yang sama. Saya sempet merasa kok belum apa-apa udah cape, ya, hahaha. Kok rasanya gak se-fun saat di kelas Bunda Cekatan, ya? Kayaknya, bagian curcol ini kita skip dulu, biar nanti saya tuangkan dalam aliran rasa aja, ya. 

Usulan nama Co-Housing 6 yang passionnya bidang kepenulisan, yaitu:

  1. Litera dari kata Litera (spanish) yang berarti Letter/Surat, bermakna sekelompok penulis kata-kata, memiliki passion sama, bersemangat, dan energik.
  2. Renjana Kata artinya rasa hati yang kuat/rindu, cinta terhadap kata-kata.
  3. Joyful Page artinya halaman/lembaran yang menyenangkan, punya makna 'harapan' bahwa sebagai penulis bisa menikmati proses menulis kata demi kata sampai tak terasa sudah puluhan lembar yang kita tulis, saking kegiatan menulis ini begitu membahagiakan.
  4. Pena Langit bermakna tulisan yang kita tuangkan harus seluas langit dan sampai ke langit.
  5. Goresan Bulan 
  6. Bakatuwa akronim dari Bait Kata untuk Jiwa.
Setelah usulan-usulan nama ini ada, barulah kami melakukan voting, nama-nama yang sekiranya cocok untuk Co-Housing kami. Akhirnya terpilihlah nama Bakatuwa dengan voting terbanyak dan fun fact-nya nama ini adalah nama pedang yang ada di Afika Selatan (sumber dari Wikipedia). 

Kalau dihubungkan dengan filosofinya, tulisan itu ibarat pedang bermata dua. Meskipun kalau digali lebih mendalam lagi, pedang sebenarnya senjata yaa... kesannya intimidatif, agresif, dan ambisius.

Denah co-housing kami di Hexagon City

Nah, diskusi semakin rame saat kami harus menentukan logo dan filosofi dari Co-Housing ini. Saya memberanikan diri untuk mengajukan tiga logo yang iseng-iseng saya otak-atik di Canva.

Saya awam banget ini soal per-logo-an dan bagaimana mendeskripsikan filosofi dari sebuah logo. Maka saya membuat logo yang sekiranya terlintas di pikiran, kemudian menuliskan filosofinya berdasarkan pendapat beberapa anggota CH yang sudah terlibat diskusi sebelumnya.

Saat salah satu anggota menanyakan beberapa hal terkait logo saya, memberi masukan tentang logo dan filosofinya yang gak sinkron, hingga akhirnya beberapa dari kami terlibat dalam diskusi panjang. Itu berlangsung di atas jam 8 malam sepertinya dan kebanyakan dari kami mungkin sudah tidak memegang handphone.

Setelah proses diskusi tentang logo saya, besokannya Mbak Windy mengusulkan empat logo yang sudah ia bikin. Saat pertama kali liat, logo Mbak Windy ini rasanya memang yang paling pas untuk CH kami. Dari mulai pemilihan gambar dan filosofinya udah paling pas dengan nama Bakatuwa.

 First impression dari logo-logonya Mbak Windy adalah simpel dan clean. Saya sih jelas bakalan pilih logonya Mbak Windy daripada logo saya, wakakak. Anggota yang lain pun setuju rupanya, dan akhirnya terpilihlah salah satu logo dari Mbak Windy ini. 

Alhamdulillah, di tanggal 27 Mei kemarin, Co-Housing 6 officially punya logo cakep dan nama CH yang unik dengan filosofinya yang keren juga. *ceilaaah 

Adaptasi sebagai Warga Baru Hexagonia


Sumber: Pexels/Cottonbro Studio


Minggu pertama berada di Hexagon City rasanya gedebag-gedebug banget. Berasa diajak lari maraton, terus berhenti sejenak dan baru aja tarik napas, lhoo..lhoo... kok udah diajak lari lagi sih?

Memasuki zona adaptasi ini ternyata harus kejar-kejaran dengan deretan diskusi tentang pemilihan CH Leader dan penentuan logo CH. Disusul dengan diskusi mengenai studi kasus dari materi CoC yang harus dilakukan dari pagi sampai siang padahal materi baru diberikan paginya. Di hari lain, diskusi tentang pengajuan Cluster Leader yang harus diajukan sebelum jam 2 siang.

Gimana gak bikin ngos-ngosan kan, ya? Wkwkwk. Rasanya masih belum dapet momen menyenangkan sebagai warga baru Hexagonia ini. Tapi kalau mengeluh aja bukan solusi dong, ya? Makanya, saya masih belajar beradaptasi untuk bisa mengikuti ritme perkuliahan di Kelas Bunda Produktif.

Adaptasi dengan ritme perkuliahan yang cukup berbeda ini membuat saya harus menanamkan pemahaman bahwa Kelas Bunda Produktif adalah the next level dari kelas-kelas sebelumnya. Warga baru Hexagonia dituntut untuk bergerak cepat, memahami materi-materi dengan cepat, dan terlibat aktif dalam berbagai diskusi di Co-Housing.

Meskipun, belum ketemu sama momen 'fun' yang ada di Hexagon City, saya masih berkomitmen untuk menyelesaikan perkuliahan ini sampai akhir dan gak mau menyerah begitu saja. Mari menjalankan dan menikmati proses bertumbuh ini dengan sabar dan semangat terus.

Harapan untuk Hexagon City 


Sumber: Pexels/Isaiah R


Sebagai Hexagonia baru, tentu rasanya cukup excited untuk menantikan hal-hal menyenangkan yang akan terjadi di kota virtual ini. Meskipun sekarang ini masih pada posisi sedang berusaha beradaptasi dan menikmati ritmenya.

Namun di sisi lain, membayangkan akan membuat berbagai macam team project, kok ya, sepertinya tidak akan mudah. Hahaha. Selalu berharap, kami akan dimudahkan dalam menjalani proses ini.

Semoga Hexagon City yang kami bangun bisa menebar banyak manfaat, baik untuk diri pribadi, sesama Hexagonia, atau lebih luasnya kepada perempuan lain di luar sana. Harapannya, semoga sesama Hexagonia bisa saling memahami dan bergoyong-royong untuk membangun kota virtual ini menjadi lebih bermakna.

Rasanya akan menyenangkan jika semua Hexagonia bisa terlibat dan ikut ambil peran dalam berbagai project yang nantinya akan berlangsung di Co-Housing, Cluster, ataupun City.

Hexagon City, sebagai kota virtual tempat para perempuan belajar, bertumbuh, dan berkembang ini akan semakin berdaya saat para penghuninya mempunyai semangat yang sama.

Doakan, ya, semoga kami semua bisa sampai garis finish bersama-sama dan lulus dari Kelas Bunda Produktif Batch #4 ini dengan bahagia. Aamiin.
Continue reading Diskusi bareng Tetangga di Co-Housing dengan Passion yang Sama (Jurnal 2 - Kelas Bunda Produktif Batch 4)

Mei 25, 2024

Membangun Hexa House di Hexagon City (Jurnal 1 - Kelas Bunda Produktif Batch #4)


Selamat sore di hari Sabtu...

Akhirnya sudah memasuki jurnal pertama sebagai warga baru Hexagon City. Agak dag-dig-dug-ser sebenarnya karena tugas ini batas pengumpulannya hanya tiga hari saja. Padahal tugasnya cukup berat menurut saya, yaitu membuat desain Hexa House--rumah dengan denah berbentuk Hexagon.

Urusan desain men-desain ini sebenarnya bukan perkara mudah, ya. Mulai dari menentukan aplikasi desain sampai mau desainnya seperti apa itu butuh waktu yang luang dan banyak.

Namun, mungkin disanalah tantangannya, gimana caranya bisa belajar cepet, segera beradaptasi, mengikuti ritme yang ada, dan menghasilkan karya terbaik ditengah berbagai peran yang sedang dilakoni, entah sebagai ibu di ranah domestik ataupun ibu di ranah publik.

Agak kaget juga sebenarnya, ritme di perkuliahan Bunda Produktif ini terasa cepat. Dari mulai Welcoming Party, pembagian identitas sebagai Hexagonia, bertemu dengan teman satu passion yang disebut Co-Housing, sampai membuat desain Hexa House yang paling nyaman.

Belum selesai tugas membangun Hexa House ini, sudah menanti tugas tim yang berkaitan dengan pembuatan nama Co-Housing, Logo, dan Filosofinya. Sungguh, menguras tenaga dan pikiran sebenarnya. Tapi, mari kita selesaikan satu per satu, yuuk. Bismillah~


Desain Hexa House yang Minimalis Tapi Tetap Modern

Hexa Minimalist House versi 2D

Sejak muncul tugas membuat denah rumah, saya langsung kepikiran untuk membuatnya di game The Sims 4 yang sudah biasa saya mainkan. Saya sudah fasih memainkan game ini dan menata segala perabotannya.

Paling penting sih, semua furnitur, cat tembok, lantai, pagar, dan kebutuhan lain yang berhubungan dengan desain rumah, semuanya bisa di dapatkan di sini. Sayangnya, memang ada satu kendala yang saya rasakan, saat membangun denah rumah berbentuk hexagonal hasilnya memang tidak begitu presisi. 

Hexa Minimalist House versi 3D

Saya memutuskan untuk menyelesaikan desain 3D-nya di game The Sims 4 sampai semuanya jadi dan selanjutnya saya mulai mendesain denah rumah versi 2D-nya dengan menggunakan aplikasi website Cohom

Cohom sebenarnya menyediakan fitur desain denah rumah versi 3D-nya. Sayangnya, saya merasa gak punya banyak waktu dan tenaga untuk ngulik aplikasi desain ini. 

Jadi, saya manfaatkan Cohom untuk mendesain denah 2D-nya agar bisa fit di Hexa Land atau template untuk menaruh desain rumah yang berbentuk hexagonal.

Yuk, langsung aja ceki-ceki Hexa House yang sudah saya desain ini.


Bikin Hexa House versi 2D dan 3D



Denah rumah untuk versi 2D ini terlihat sangat simpel, ya? Lumayan lah, buat merenung sambil nulis ini itu selama berada di rumah ini. Rumah dengan konsep modern minimalis ini terdiri dari 7 ruangan, yaitu:

  1. Living room (ruang tamu)
  2. Musola (ruang beribadah)
  3. Creative room (ruang mengasah passion sekaligus perpustakaan pribadi)
  4. Dining room & Kitchen
  5. Bedroom (kamar tidur)
  6. Bathroom (kamar mandi)
  7. Terrace (halaman belakang untuk bersantai)
Saya suka banget sama denah versi 2D ini. Jadi keliatan sekat-sekat antar ruangan dan peruntukannya. Thanks to Cohom free trial~

Beranjak ke desain 3D-nya, saya menggunakan game The Sims 4. Mendesain versi 3D-nya jauh lebih lama dari desain 2D-nya. Alasannya, karena banyak galau mau pilih warna apa dan pake furnitur yang mana. Hahaha.

Lebih luar biasanya lagi, bebikinan rumah di The Sims ini bikin lupa waktu dan nguplek depan laptop sampai berjam-jam. Hasilnya, alhamdulillah, lumayan juga ya... Jadi pengen juga punya rumah kayak gini di real life.

Di bagian akhir, saya sertakan juga desain Hexa House secara keseluruhan. Tapi kalau loading gambarnya terlalu lama atau tulisannya tidak terbaca, bisa langsung liat versi pdf-nya di sini: https://bit.ly/HexaHouseAgina

Detail Setiap Ruangan di Hexa House Saya









#HexaHouse #HexagonCity #BundaProduktif4 #InstitutIbuProfesional #SinergiWujudkanAksi #IP4ID2024



Continue reading Membangun Hexa House di Hexagon City (Jurnal 1 - Kelas Bunda Produktif Batch #4)

Desember 01, 2023

#Chapter 7 : Rayakan Kemajuan di Tahapan Kupukupu (Part 4)



Selamat siang menuju sore~

Rupanya pekan ini adalah pekan terakhir sesi mentorship. Hm, agak sedih sebenarnya karena harus melanjutkan perjalanan sebagai kupu-kupu tanpa mentor lagi.

Perjalanan yang menyenangkan selama tahapan ini adalah punya mentor yang selalu mendampingi dan gak segan membimbing kalau ada kebingungan. Wah, bakalan kangen momen-momen mentorship, sih.

Oke-oke, di pekan terakhir ini, berhubung gak di rumah sendiri, jadi saya mengusahakan untuk menyelesaikan sebelum deadline. 

Lagi-lagi, karena weekend-nya ada rencana jalan-jalan bareng keluarga. Antisipasi supaya tetap bisa mengerjakan dengan maksimal~

Merayakan Kemajuan Bersama Mentor dan Mentee Terbaik

Pekan terakhir ini kami diminta untuk merayakan kemajuan dan mengapresiasi setiap kemajuan dari mentor-mentee. 

Saya sebagai mentee, menuliskan kemajuan dari mentor saya yaitu Mbak Ismi, sebaliknya, Mbak Ismi sebagai mentor pun menuliskan kemajuan saya sebagai mentee.

Nah, berikut ini kemajuan-kemajuan yang kami rayakan bersama~

Merayakan Kemajuan Bersama Mentor

Selain sebagai mentee, saya pun ambil peran sebagai mentor. Kebetulan saya dapet dua mentee yang dua-duanya mau ningkatin skill di bidang menulis namun dengan media dan jenis tulisan yang berbeda.

Mentee pertama ada Mbak Riza, selama mentorship ini beliau belajar tentang optimasi blog dan menulis artikel SEO. Berikut ini daftar kemajuan Mbak Riza selama sesi mentorship~

Merayakan Kemajuan bersama Mentee 1

Mentee kedua ada Teh Mutaminah, selama mentorship ini beliau belajar tentang menulis review buku dan membuat akun IG khusus mereview buku yang dikenal dengan sebukan bookstagram. Nah, inilah daftar kemajuan Teh Mut~

Merayakan Kemajuan bersama Mentee 2

Setiap Pertemuan Selalu Beriringan dengan Perpisahan

Pertemuan memang akan selalu berpasangan dengan perpisahan. Pada tahapan mentorship ini pun demikian. Hiks, sedih iya bahagia juga iya.

Sedih karena harus berpisah dengan mentor yang sudah menemani sekian pekan. Bahagia karena akhirnya bisa melalui tahapan mentorship yang ternyata terasa cepat.

Sebagai salam perpisahan, saya pun menuliskan surat cinta untuk Mbak Ismi sebagai mentor saya dan berharap semoga kami segera bertemu kembali di kelas berikutnya. Aamiin.

Surat Cinta untuk Mbak Ismi

Saya pun menuliskan surat cinta perpisahan untuk kedua mentee saya, yaitu Mbak Riza dan Teh Mut. Senang rasanya bisa menjadi bagian kecil dari proses mereka menuju kupu-kupu cantik. Selamat terbang tinggi, Mbak Riza dan Teh Mut~

Surat cinta untuk Mbak Riza

Surat cinta untuk Teh Mutaminah

Berubah Wujud Jadi Kupu-kupu Cantik

Bagian akhir dari tahapan ini adalah mewarnai sayap kupu-kupu. Saya sengaja memilih warna-warna pastel yang lembut dan calming sebagai aksen warna kupu-kupu saya. 

Saya memilih warna pink, salem, dan navy sebagai representasi sayap kupu-kupu saya. Kenapa warna pink? Soalnya saya suka banget warna pink pastel ini, lembut dan cantik.

Yaaa, walaupun hasil akhir mewarnai sayap kupu-kupu ini gak seindah dibayangan saya, yaaa... karena banyak garis yang gak rapi. Tapi gak apa-apalah yaaa, segini juga udah lumayan, wkwk.

Sayap Kupu-kupu Saya
Continue reading #Chapter 7 : Rayakan Kemajuan di Tahapan Kupukupu (Part 4)

November 22, 2023

#Chapter 6 : Jangan Lihat ke Belakang, Fokus pada Kemajuanmu (Part 4)


Halo-halo~

Pekan ini lebih lega rasanya, bisa mengerjakan NHW lebih cepat dan bersyukur sekali gak bertabrakan dengan agenda keluarga yang sudah tersusun sejak sebulan lalu.

Yap, kebetulan massuami ngajakin untuk mudik ke rumah orang tuanya di Bontang, Kalimantan Timur. Insyaallah, hari Sabtu ini otw mudik dari Bandung ke Bontang. 

Jadi, Magika dan para peri, saya izin ngumpulin duluan yaa, biar gak keteteran dan kelupaan gegara persiapan mau mudik ke luar pulau😁 

Pekan ini menuliskan keberhasilan yang sudah dicapai tiap minggunya. Tidak diwajibkan untuk vidcall dengan mentor. Cukup mengirimkan rekapituliasi keberhasilan yang sudah dicapai tiap pekannya kepada mentor. Tidak ada sesi mentoring. *jujur, ini sangat melegakan, huhuhu

Yuk, langsung aja simak cerita pekan ini~

Udah 6 Pekan, Berhasil Apa Aja Nih?

Perjalanan mentorship ini memang tidak mudah namun selalu menyenangkan. Saya yang kebetulan juga punya mentor yang gercep, akhirnya bisa melalui setiap pekannya dengan lancar---yaap, tentu saja ada bagian yang terseok-seoknya juga sihhh, wkwk

Cerita Pekan 6

Kira-kira selama enam pekan udah dapet apa aja, nih? Yuk, langsung cek rekapitulasinya~

Rekapitulasi Photo Diary dari NHW Saya


Rekapitulasi Keberhasilan Saya Tiap Pekannya

Cerita Tentang Kemajuan Para Mentee

Gak lengkap rasanya kalo gak cerita tentang kemajuan yang juga dirasakan oleh para mentee saya. Walaupun sambil terseok-seok bahkan jungkir-balik, kedua mentee saya juga keren banget~

Cerita Kemajuan Kedua Mentee
Continue reading #Chapter 6 : Jangan Lihat ke Belakang, Fokus pada Kemajuanmu (Part 4)

November 18, 2023

#Chapter 5 : Momentum False Celebration selama Sesi Mentorship (Part 4)


Selamat malam~

Udah dua minggu terakhir ini ternyata sempatnya mengerjakan NHW di malam hari. Selain karena akhir-akhir ini banyak yang harus dipersiapkan terkait 'mudik' minggu depan ke tempat mentua dan terutama baru bisa dapet jadwal yang pas sama mentor serta para mentee di hari Jumat dan Sabtu.

Alhasil, sabtu malam ini mari nikmari dengan mengerjakan NHW sambil nge-teh hangat~

Cerita False Celebration bersama Kedua Mentee

Saya bertemu kedua mentee di hari Jumat jam 19.30-20.00, akhirnya bisa sepakat untuk ketemu di hari dan jam tersebut karena sebelumnya para mentee saya masih mengejar deadline tugas yang belum diberikan kepada saya untuk kemudian direview.

Cerita bersama Mentee


Momentum False Celebration bersama Mentor

Pekan kelima dari mentorship diisi dengan False Celebration atau merayakan kesalahan. Maksudnya, mengakui kesalahan yang dilakukan selama proses belajar.

Momentum ini tujuannya tentu saja agar kita bisa jadi lebih baik dan terutama mengatakan kepada diri kita bahwa tidak apa-apa untuk melakukan kesalahan.

Saya bertemu dengan Mbak Ismi (Mentor) dan Mbak Vi (Mentee-nya Mbak Ismi juga) di hari Sabtu jam 16.00-17.00.

Cerita False Celebration Saya

Nah, unuk bagian devil's advocat-nya sudah disampaikan oleh Mbak Ismi melalui chat. Jadi, berikut ini ceritanya. 

Cerita Pekan Kelima

Gimana Nih, Pendapat Orang Terdekat?

Nah, berhubung saya belum punya anak, ya. Jadi, feedback ini datang dari massuami yang sehari-hari berinteraksi dengan saya. Kurang lebih, beginilah pendapatnya~

Feedback dari Orang Terdekat
Continue reading #Chapter 5 : Momentum False Celebration selama Sesi Mentorship (Part 4)

November 11, 2023

#Chapter 4 : Belajar Menyampaikan dan Mendengarkan Feedback (Part 4)


Happy weekend~

Pekan keempat ini ternyata banyak tantangannya sehingga baru bisa mengumpulkan di weekend ini. Selain itu karena harus video call lagi dengan mentor dan mentee untuk menyampaikan dan mendengarkan feedback selama sesi mentorship.

Jadilah baru bertemu dengan mentor di hari Jumat jam 10.30-11.00. Bertemu mentee pertama di hari Jumat jam 09.30-10.15. Bertemu mentee kedua di hari Jumat jam 19.30-20.00. Alhamdulillah, jumat berkah banget bisa terlaksana janji temu sama ketiganya.

Tanpa berlama-lama, mari langsung masuk ke cerita di pekan ini, ya~

Cerita Ketemuan Virtual bareng Mentor

Nah, inilah salah satu tantangan yang akhirnya bikin saya jadi gak enak sama Mbak Ismi. Saya menghubungi saat Mbaknya sedang ada musibah, tepatnya saat Ibu mertuanya meninggal di hari tersebut.

Walaupun dalam kondisi berduka, Mbak Ismi tetap merespons chat saya dan akan segera menghubungi kembali saat sudah lebih leluasa. Duh, Mbaaak, terima kasih masih bisa membalas chatku.

Selengkapnya, langsung aja ada di bawah ini, nih~

Cerita Pekan ke-4

Selain itu, berikut ini adalah aliran rasa saya untuk mentor ter-dabesst. Selamat membaca~

Aliran Rasa untuk Mentor

Cerita Ketemuan Virtual dengan Mentee Pertama

Bersyukur sekali punya mentee seperti Mbak Riza, bisa merespons dengan cepat dan langsung janjian buat ketemu di hari yang sudah kami sepakati. 

Cerita lengkapnya boleh kepoin di bawah ini, ya.

Cerita bersama Mentee Pekan ke-4

Tentunya, ada aliran rasa juga dong. Langsung check this out~

Aliran Rasa untuk Mentee

Cerita Ketemuan Virtual dengan Mentee Kedua

Keputusan untuk punya dua mentee memang cukup menantang. Alhamdulillah-nya, mentee kedua, yaitu Teh Mutaminah atau Teh Mut pun sangat responsif.

Saya jadinya bersyukur banget karena para mentee-nya bisa bekerjasama dengan baik dan bisa sama-sama memprioritaskan mentorship ini. Alhamdulillah~

Cerita bersama Mentee Pekan ke-4

Saya pun menuliskan aliran rasa untuk Teh Mut. Berikut selengkapnya~

Aliran Rasa untuk Mentee

Begitulah cerita pekan keempat ini, alhamdulillah bisa rampung juga di hari weekend. Semoga minggu depan bisa lebih maksimal lagi. See you~


Continue reading #Chapter 4 : Belajar Menyampaikan dan Mendengarkan Feedback (Part 4)

November 02, 2023

#Chapter 3 : Fokus dengan Progres Diri sebagai Kupu-kupu Muda (Part 4)


Selamat sore~

Hari ini cuacanya lagi pancaroba. Pagi sampai siang panas dan gerah banget. Menjelang sorenya tiba-tiba ujan gede. Eh, gak berapa lama ujannya udah reda aja, tinggal anginnya yang kenceng banget. Wah, bener-bener harus jaga daya tahan tubuh, sih.

Semoga Allah selalu jaga kita semua, ya~

Ceritain Progres Pekan Ini ke Mentor

NHW pekan ini adalah menceritakan tentang progres yang sudah dilakukan. Deadline saya pekan ini adalah belajar basic editing Capcut untuk pembuatan konten short video. 

Saya udah ambil ancang-ancang dari beberapa hari sebelumnya untuk mempelajari berbagai tutorial Capcut sampai mencari stok video bebas copyright yang legal digunakan untuk konten.

Cukup capek juga ternyata, belum lagi saat melakukan editing videonya. Ngerjainnya berhari-hari, jadinya cuma 32 detik, wkwk. Memang effort-nya luar biasa sih belajar hal yang baru ini. 

Singkat cerita, akhirnya di Rabu siang menuju sore, saya menghubungi Mbak Ismi untuk menyampaikan progres yang sudah saya lakukan. Mulai dari membagikan short video yang sudah saya bikin sampai konsultasi terkait bagaimana menghasilkan audio yang jernih.

Walaupun hanya bertemu via chat WA, namun saya dapet banyak insight dari Mbak Ismi. Apalagi Mbak Ismi mau bikinin tutorial pake aplikasi tambahan untuk menghasilkan suara jernih. Waaah, seneng banget sih bisa belajar dengan cara seperti ini~

Cerita bareng Mentor

Masih Nungguin Para Mentee, Nih

Berhubung Magika dan para peri sudah bilang bahwa NHW pekan ini adalah progres kita sebagai mentee.

Jadi walaupun saya dapet peran sebagai mentor juga, saya belum punya cerita apa-apa nih karena mentee saya belum menghubungi dan sebagai mentor juga harus menahan diri untuk 'gak nagih-nagih' progresnya mentee. Biarkan mentee menjalani prosesnya terlebih dahulu.

Oh, iya, saat ngetik laporan NHW ini tepatnya di hari Kamis sore, ya. *siapa tahu abis submit NHW tiba-tiba salah satu dari mentee saya langsung dateng, wkwk

Jadi, tugas saya saat ini hanya menunggu Mbak Riza dan Teh Mut untuk menghubungi serta menceritakan progresnya. Jika masih belum ada kabar sampai hari sabtu, insyaallah di hari minggu akan coba saya sapa keduanya. 

Semoga keduanya dimudahkan dalam menjalani proses belajar sebagai kupu-kupu muda~

    Cerita tentang Mentee
Continue reading #Chapter 3 : Fokus dengan Progres Diri sebagai Kupu-kupu Muda (Part 4)